HOT NEWS
Rabu, 15 Agustus 2012 10:22   
Sarat KKN, Rp64, 7 M Uang Negara Tak Jelas di Jembatan Anculai

BATAM – Proyek pembangunan jembatan Anculai di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diduga kuat sarat praktik KKN. Pengalokasian dana dari APBN sebesar Rp64.748.500.718.33 ditengarai banyak disalahgunakan untuk kepentingan oknum baik secara pribadi maupun kelompok.

Sejumlah pihak mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri kasus tersebut. Tidak tertutup kemungkinan, pada proyek jembatan lain seperti Sei Gesek, Kangboy.

Dari penelusuran PAB Indonesia di lapangan, beberapa dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut meliputi keterlambatan dari jadwal, konstruksi yang tidak sesuai dengan bestek serta adanya intervensi pusat dalam proses tender. Ada indikasi, pelaksanaan proyek sengaja dimolorkan agar kelanjutannya dianggarkan dalam APBN selanjutnya.

Indikasi lainnya, dugaan penempatan Yulian sebagai Kepala Satuan Kerja (Kasatker) yang sengaja dititipkan oknum di Dirjen Bina Marga untuk mengatur proyek-proyek besar di Kepri yang bersumber dari APBN.
Khusus mengenai oprit, belum terlihat pelaksanaannya. Padahal seharusnya, pengopritan telah selesai. Diperkirakan, negara dirugikan sekitar Rp12 miliar akibat keterlambatan oprit.

Kondisi proyek di lapangan hingga Selasa, (25/7/2012), jembatan Anculai masih jauh dari rampung. Tiang penyangga baru berdiri 9 unit dan belum dihubungkan antara satu dengan yang lain. Padahal, sesuai rencana kerja, jembatan tersebut harus selesai dalam 750 hari kalender atau setara dengan 25 bulan. Sayangnya, dalam papan proyek tidak dijelaskan tanggal mulai dikerjakan hingga waktu selesai.

Keanehan lain yang terlihat di lapangan, tidak ada lagi tanda-tanda proyek tersebut dikerjakan. Anwar, yang mengaku sebagai security menyebutkan, aktivitas pengerjaan proyek terhenti sehubungan dengan bulan Ramadhan.  Namun ia tidak mengetahui kapan akan dilanjutkan serta kapan aktivitas pembangunan terhenti.

Yudian, Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Kepri belum memberikan keterangan seputar proyek tersebut. Bahkan wawancara tertulis yang diajukan PAB Indonesia, juga belum dibalas Yudian. (astang)

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.