|
BATAM – Proyek pembangunan jembatan Anculai di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diduga kuat sarat praktik KKN. Pengalokasian dana dari APBN sebesar Rp64.748.500.718.33 ditengarai banyak disalahgunakan untuk kepentingan oknum baik secara pribadi maupun kelompok.
Sejumlah pihak mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri kasus tersebut. Tidak tertutup kemungkinan, pada proyek jembatan lain seperti Sei Gesek, Kangboy.
Dari penelusuran PAB Indonesia di lapangan, beberapa dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut meliputi keterlambatan dari jadwal, konstruksi yang tidak sesuai dengan bestek serta adanya intervensi pusat dalam proses tender. Ada indikasi, pelaksanaan proyek sengaja dimolorkan agar kelanjutannya dianggarkan dalam APBN selanjutnya.
Indikasi lainnya, dugaan penempatan Yulian sebagai Kepala Satuan Kerja (Kasatker) yang sengaja dititipkan oknum di Dirjen Bina Marga untuk mengatur proyek-proyek besar di Kepri yang bersumber dari APBN. Khusus mengenai oprit, belum terlihat pelaksanaannya. Padahal seharusnya, pengopritan telah selesai. Diperkirakan, negara dirugikan sekitar Rp12 miliar akibat keterlambatan oprit.
Kondisi proyek di lapangan hingga Selasa, (25/7/2012), jembatan Anculai masih jauh dari rampung. Tiang penyangga baru berdiri 9 unit dan belum dihubungkan antara satu dengan yang lain. Padahal, sesuai rencana kerja, jembatan tersebut harus selesai dalam 750 hari kalender atau setara dengan 25 bulan. Sayangnya, dalam papan proyek tidak dijelaskan tanggal mulai dikerjakan hingga waktu selesai.
Keanehan lain yang terlihat di lapangan, tidak ada lagi tanda-tanda proyek tersebut dikerjakan. Anwar, yang mengaku sebagai security menyebutkan, aktivitas pengerjaan proyek terhenti sehubungan dengan bulan Ramadhan. Namun ia tidak mengetahui kapan akan dilanjutkan serta kapan aktivitas pembangunan terhenti.
Yudian, Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Kepri belum memberikan keterangan seputar proyek tersebut. Bahkan wawancara tertulis yang diajukan PAB Indonesia, juga belum dibalas Yudian. (astang)
|